1. Berenanglah sering dan rutin
Jika kamu tidak berenang rata-rata 3x dalam seminggu, kamu akan kehilangan 'feeling' mu dalam air dan teknikmu akan mulai memburuk. Tidak ada 'feeling', tidak ada teknik, tidak ada kecepatan.Jika pilihannya antara berenang satu atau dua kali dalam waktu yang lama,dengan berenang 3 atau 4 kali dengan waktu yang lebih pendek, para perenang kelihatannya tampil lebih baik saat berenang lebih rutin daripada berenang lama tetapi hanya satu kali dalam seminggu.
2. Berenanglah dengan teknik yang baik.
Pertahankan teknik yang terbaik sebisa mungkin dalam segala kecepatan.Jika kamu berusaha berenang sangat cepat dengan teknik yang buruk, kamu membuang energi. Jika kamu bisa mendisiplinkan dirimu untuk berenang dengan cepat dengan teknik yang baik, kamu akan membuat keuntungan yang lebih besar.
3. Lakukan 'drills' sebagai bagian dari setiap latihan.
Di awal latihan, di tengah-tengah latihan, ataupun di akhir latihan (atau kombinasi dari ketiganya) lakukan beberapa teknik spesifik untuk meningkatkan keahlian berenang yang baik. Ada banyak 'drills' yang bisa membuatmu tetap bagus atau membantumu membangun teknik yang lebih baik.
4. Lakukan latihan perlombaan.
Satu atau dua kali seminggu (tergantung seberapa sering kamu berenang) lakukan perlombaan di tengah latihanmu. Jika semua latihanmu terkofus pada meningkatkan teknik berenang, maka teknikmu akan meningkat. Tetapi apa yang akan terjadi apabila kamu berusaha untuk berenang cepat? Kamu akan menjadi lelah, teknikmu akan memburuk,
Jika kamu melakukan latihan perlombaan-dikombinasikan dengan latihan teknik-sebagai latihan yang berbeda atau sebagai bagian dari latihan rutin-kamu akan belajar bagaimana mempertahankan teknik yang bagus selagi kamu berusaha berenang cepat.
5. Lakukan latihan ringan.
Tergantung pada goal renangmu, tidak ada alasan untuk melakukan latihan keras lebih dari satu atau dua kali dalam seminggu, selama kamu melakukan satu atau dua kali latihan ringan juga.
6. Lakukan "streamlines"
Mungkin kamu melakukan start, atau dorongan, atau pembalikan,tetapi kamu harus melakukannya dengan cara yang sama yaitu "streamlines", kemudian transisi antara streamline dengan berenang. Tetapi pertama-tama, selalu dan selalu "streamline"
7. Tinggalkan dinding dengan cara yang sama.
Selalu doronglah dinding dengan cara yang sama saat kamu melakukan pembalikan/salto.Banyak perlombaan yang mempunyai banyak kegiatan pembalikan daripada start, jadi melakukan latihan ekstra untuk pembalikan bisa merupakan suatu keuntungan.
8. Pakailan baju renang untuk perlombaan renang.
Ini bukan berarti kamu harus mengeluarkan uang sampai berjuta-juta rupiah untuk baju renang yang lebih tipis dari kulit, dengan teknologi tinggi.Ini artinya jangan memakai celana pantai saat kamu sedang belajar meningkatkan teknik berenangmu atau saat kamu belajar bagaimana mempertahankan teknik yang bagus sambil berenang dengan cepat.
9. Mintalah seseorang untuk melihatmu berenang.
Adalah lebih baik,untuk meminta seseorang melihatmu berlatih.Ada mata yang memperhatikan (atau kamu bisa mempelajari dari videomu sendiri) saat kamu berenang melintasi kolam, akan memberikan feedback yang bagus atas teknikmu yang mungkin tidak kamu sadari telah kamu lakukan.
10.Gunakan flipper kadang-kadang.
Diantara keuntungan lainnya, menggunakan fins atau flipper dapat membantumu memperoleh posisi tubuh yang bagus dan kamu akan belajar bagaimana posisi itu terasa saat kamu bergerak.Kemudian, saat flipper itu dilepas, kamu akan mencoba menciptakan kembali posisi itu dengan perasaan,yang mana sudah bisa kamu rasakan saat kamu melakukannya dengan flipper tadi.
Jumat, 24 April 2009
Kamis, 16 April 2009
Kejurda Jatim 2009
Kejurda Jatim 2009 yang baru saja selesai dilaksanakan, seperti biasa dipenuhi dengan ratusan
atlit renang jatim, terutama peserta di KU IV dan KU V.
Dan seperti biasa pula, pemegang juara sudah bisa diduga, kecuali tentunya dari PR Petrokimia
Gresik yang mulai menunjukkan taringnya setelah dipegang pelatih dari China, Mr. Wang Chai.
Melihat begitu banyaknya peminat peserta dari KU pemula, tentunya sedikit heran, mengapa
semakin tinggi KU semakin sedikit sekali pesertanya.
Dari perbincangan dengan pelatih-pelatih maupun orang tua-orang tua atlit, intinya ada pada ketidaksabaran para orang tua atlit untuk mendukung dan mendorong semangat putra-putrinya untuk tetap berlatih bertahun-tahun. Rata-rata para orang tua mengharapkan anaknya menjadi juara di KU V atau KU IV.
Jika hal tersebut tidak terjadi, akhirnya semangat untuk tetap tekun berlatih, menguap.
Ada juga faktor kejenuhan dari para atlitnya sendiri, yang harus berlatih setiap hari, dengan rutinitas yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Keinginan mengukir prestasi, kalah dengan keinginan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan lainnya bersama teman-temannya.
Pada akhirnya, kita harus menyadari, bahwa untuk mencapai sukses di dunia olahraga, dibutuhkan ketekunan dan kegigihan. Mengorbankan waktu bersenang-senang dengan latihan tekun dan rutin.
Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa pengorbanan waktu dan tenaga dari atlit sendiri maupun keluarganya terutama orang tuanya. Semoga selain prestasi membanggakan yang diukir para atlit renang Jatim, diikuti pula dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung prestasi dan kehidupan para atlit Indonesia supaya tidak kalah dengan negara-negara lain.
atlit renang jatim, terutama peserta di KU IV dan KU V.
Dan seperti biasa pula, pemegang juara sudah bisa diduga, kecuali tentunya dari PR Petrokimia
Gresik yang mulai menunjukkan taringnya setelah dipegang pelatih dari China, Mr. Wang Chai.
Melihat begitu banyaknya peminat peserta dari KU pemula, tentunya sedikit heran, mengapa
semakin tinggi KU semakin sedikit sekali pesertanya.
Dari perbincangan dengan pelatih-pelatih maupun orang tua-orang tua atlit, intinya ada pada ketidaksabaran para orang tua atlit untuk mendukung dan mendorong semangat putra-putrinya untuk tetap berlatih bertahun-tahun. Rata-rata para orang tua mengharapkan anaknya menjadi juara di KU V atau KU IV.
Jika hal tersebut tidak terjadi, akhirnya semangat untuk tetap tekun berlatih, menguap.
Ada juga faktor kejenuhan dari para atlitnya sendiri, yang harus berlatih setiap hari, dengan rutinitas yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Keinginan mengukir prestasi, kalah dengan keinginan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan lainnya bersama teman-temannya.
Pada akhirnya, kita harus menyadari, bahwa untuk mencapai sukses di dunia olahraga, dibutuhkan ketekunan dan kegigihan. Mengorbankan waktu bersenang-senang dengan latihan tekun dan rutin.
Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa pengorbanan waktu dan tenaga dari atlit sendiri maupun keluarganya terutama orang tuanya. Semoga selain prestasi membanggakan yang diukir para atlit renang Jatim, diikuti pula dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung prestasi dan kehidupan para atlit Indonesia supaya tidak kalah dengan negara-negara lain.
Langganan:
Postingan (Atom)