Kejurda Jatim 2009 yang baru saja selesai dilaksanakan, seperti biasa dipenuhi dengan ratusan
atlit renang jatim, terutama peserta di KU IV dan KU V.
Dan seperti biasa pula, pemegang juara sudah bisa diduga, kecuali tentunya dari PR Petrokimia
Gresik yang mulai menunjukkan taringnya setelah dipegang pelatih dari China, Mr. Wang Chai.
Melihat begitu banyaknya peminat peserta dari KU pemula, tentunya sedikit heran, mengapa
semakin tinggi KU semakin sedikit sekali pesertanya.
Dari perbincangan dengan pelatih-pelatih maupun orang tua-orang tua atlit, intinya ada pada ketidaksabaran para orang tua atlit untuk mendukung dan mendorong semangat putra-putrinya untuk tetap berlatih bertahun-tahun. Rata-rata para orang tua mengharapkan anaknya menjadi juara di KU V atau KU IV.
Jika hal tersebut tidak terjadi, akhirnya semangat untuk tetap tekun berlatih, menguap.
Ada juga faktor kejenuhan dari para atlitnya sendiri, yang harus berlatih setiap hari, dengan rutinitas yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Keinginan mengukir prestasi, kalah dengan keinginan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan lainnya bersama teman-temannya.
Pada akhirnya, kita harus menyadari, bahwa untuk mencapai sukses di dunia olahraga, dibutuhkan ketekunan dan kegigihan. Mengorbankan waktu bersenang-senang dengan latihan tekun dan rutin.
Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa pengorbanan waktu dan tenaga dari atlit sendiri maupun keluarganya terutama orang tuanya. Semoga selain prestasi membanggakan yang diukir para atlit renang Jatim, diikuti pula dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung prestasi dan kehidupan para atlit Indonesia supaya tidak kalah dengan negara-negara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar