Selasa, 16 Desember 2008
Gizi Sebelum dan Selama Pertandingan
Apa yang dimakan dan diminum oleh seorang pemain sebelum dan selama pertandingan bisa jadi merupakan faktor penting dalam menentukan kemenangan maupun kekalahan.Seringkali kita mengandalkan informasi yang salah atau kebiasaan waktu kecilatau kebiasaan pemain lain, tetapi ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwamakanan yang kita asup sebelum dan selama pertandingan dapat membuat perbedaan.Apa yang tertulis disini hanyalah suatu saran, tidak ada garansi sukses untukpertandinganmu berikutnya..:)
ISI:
Makan malam - sebelum pertandingan
Sarapan - selama pertandingan
Makan siang - selama pertandingan
--------------------------------------------------------------------------------
Makan malam ;Sebelum pertandingan
Gizi sebelum hari H pertandingan mempunyai pengaruh besar dalam penampilan. Makanan pemain seharusnya mengandung karbohidrat tinggi, rendah lemak. Idealnya 60-70% karbohidrat, 10 - 15% protein. Ini adalah makanan yang penting karena cadangan energi utama berasal dari makanan hari sebelumnya, bukan dari makanan sesaat sebelum pertandingan atau sarapan besar pada hari pertandingan.
Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan pada malam sebelum pertandinganantara lain :
Minuman : - juice apel , juice jeruk, juice sayuran, juice buah-buahan, air putih
Makanan : - daging yang tidak berlemak
- nasi
- ikan
- ayam
- kentang
Snack : - kacang-kacangan
- salad (sedikit dressing)
- pizza, roti, keju dan biskuit / kue kering
- popcorn
- buah
HINDARI :
-makanan rendah karbohidrat misalnya : jelly, selai, gula putih, permen
-makanan berlemak misalnya : coklat, snack kentang, mentega, margarin, makanan gorengan
--------------------------------------------------------------------------------
Sarapan ;Sebelum/selama pertandingan
Pada sebagian besar pertandingan, sarapan adalah makan pra pertandingan.Makan pra pertandingan ini memberikan sangat sedikit sumbangan pada sistem produksi energi, bahkan bisa mengakibatkan banyak kerugian jika mengkonsumsi makanan yang salah.
Dianjurkan supaya para pemain memasuki permainan dengan lambung sekosong mungkin.Karena apabila ada makanan di dalam lambung, jantung memompa darah dalam jumlah besar ke lambung untuk membantu proses pencernaan makanan.Jika bertanding ataupun latihan, darah melangsir ke otot-otot yang bekerja, yang artinya berhenti melakukan proses pencernaan. Ini seringkali menyebabkan lambung kram dan berisi gas, yang membuat pemain menjadi tidak nyaman.
Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk sarapan saat hari pertandingan sbb:
Minuman : - juice apel, juice jeruk, juice sayur, air putih, coklat hangat, susu
Makanan : - roti panggang, yogurt, muffin, cereal, roti
Snack : - buah-buahan sperti kismis, buah ara, pisang
HINDARI : - daging panggang, margarin, gorengan, telur goreng
--------------------------------------------------------------------------------
Makan Siang ;Selama pertandingan
Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan :
inuman : - juice apel, juice jeruk, juice sayur, air putih, milk shake, susu
Makanan : - sandwich isi daging yang tidak berlemak atau ikan
- sup,roti
Snack : - buah-buahan seperti kismis, apel, pisang
- keju, biskuit
HINDARI : - margarin, hamburgers,hot-dogs, kentang goreng
--------------------------------------------------------------------------------
TUJUAN :
-Lambung yang kosong, namun memiliki cukup energi untuk otot dan cukup makanan untuk
terhindar dari kelaparan
-Lambung yang stabil dan atlit yang percaya diri
-Hidrat yang baik, dan atlit yang nyaman
Mengapa? :
Supaya darah akan mengalir ke otot-otot yang bekerja, bukan ke organ pencernaan.Karena otot-otot tersebut utamanya bergantung pada energi yang disimpan dari makanan yang dimakan pada hari sebelum pertandingan. Makanan yang dimakan pada hari pertandingan memberi energi pada otak dan menjaga otot-otot pada kondisi puncak ketika pertandingan berlangsung lama atau sebentar-sebentar dengan waktu tunggu yang panjang, dengan demikian kegelisahan sebelum pertandingan tidak membuat sakit perut.
Sabtu, 13 Desember 2008
KRAPSI SUDAH KEHILANGAN ARAH
Limit Waktu untuk Filter Kualitas
Jawa Pos, Kamis 11 Desember 2008
SURABAYA - PB PRSI menanggapi santernya seruan protes dari daerah dan klub atas perubahan peraturan Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2008. Menurut otoritas olahraga akuatik nasional itu, Krapsi sudah kehilangan arah pembinaan prestasi dan hanya menjadi arena pemasalan renang.Hal tersebut disampaikan Komisi Teknik (Komtek) PB PRSI Hartadi kemarin (10/12). Dia menjelaskan, kebijakan itu diambil setelah pihaknya melakukan evaluasi mendalam atas pelaksanaan Krapsi 2007 di Bandung. "Beberapa tahun terakhir, pelaksanaan Krapsi menjadi luar biasa panjang. Sudah disediakan waktu empat hari saja, lomba baru selesai pukul 21.00 WIB. Waktu tunggu dari satu even ke even lainnya sangat lama sehingga tidak efektif," papar Hartadi. Selain itu, lanjut dia, banyak peserta -terutama kelompok pemula- yang mestinya tidak layak tampil dipaksakan oleh klub. "Mereka mengabaikan persyaratan limit yang mestinya menjadi filter kualitas peserta dengan asumsi, toh kalau overlimit tinggal membayar denda. Padahal, itu sangat merugikan peserta lain yang lebih layak tampil," urainya.Berbeda dengan pendapat klub dan daerah yang menganggap Krapsi sebagai jambore masyarakat renang nasional, Hartadi mengungkapkan bahwa even tersebut bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Itu adalah arena puncak antarklub dan perenang terbaik nasional. Dengan begitu, peserta harus memiliki kualifikasi tinggi untuk bisa tampil di Krapsi. Sementara itu, harapan beberapa klub dan Pengcab PRSI Jatim untuk melobi PB PRSI melalui Pengprov PRSI Jatim menemui jalan buntu. Sebelumnya, Ketua Pengcab PRSI Surabaya Juniarno D. Purwanto mengusulkan agar limit waktu dan denda overlimit disamakan dengan tahun lalu, yakni masing-masing Rp 50 ribu. "Kami ini tidak keberatan dengan adanya peraturan, tapi alangkah baiknya kalau disosialisasikan lebih dahulu sejak beberapa bulan sebelumnya. Saya menyesal dan prihatin usul Jatim diabaikan," ungkap Ketua Harian Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya seperti ditirukan Purwanto. "Ini membuat kami semakin curiga bahwa PB memang sarat kepentingan," lanjut dia. Purwanto memaparkan, perubahan regulasi tersebut membuat perenang Jatim yang bisa ikut Krapsi hanya sedikit. Paling banyak sepuluh orang di setiap nomor. Sebab, klub besar dengan koleksi perenang andal seperti Hiu Surabaya saja tidak bisa menurunkan seluruh pasukannya. Lalu, bagaimana dengan klub-klub kecil yang ingin memiliki wadah kompetisi. Regulasi itu secara tidak langsung justru membunuh potensi atlet daerah.Seperti diungkapkan Ketua PR Hiu Nanik Suryaatmaja, klubnya tidak bisa lagi menurunkan kekuatan penuh. "Kalau biasanya kami bisa mengajak 60 orang, kali ini hanya bisa mengikutkan sekitar 30 orang. Yang lain tidak lolos limit," ucapnya.
Jawa Pos, Kamis 11 Desember 2008
SURABAYA - PB PRSI menanggapi santernya seruan protes dari daerah dan klub atas perubahan peraturan Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) 2008. Menurut otoritas olahraga akuatik nasional itu, Krapsi sudah kehilangan arah pembinaan prestasi dan hanya menjadi arena pemasalan renang.Hal tersebut disampaikan Komisi Teknik (Komtek) PB PRSI Hartadi kemarin (10/12). Dia menjelaskan, kebijakan itu diambil setelah pihaknya melakukan evaluasi mendalam atas pelaksanaan Krapsi 2007 di Bandung. "Beberapa tahun terakhir, pelaksanaan Krapsi menjadi luar biasa panjang. Sudah disediakan waktu empat hari saja, lomba baru selesai pukul 21.00 WIB. Waktu tunggu dari satu even ke even lainnya sangat lama sehingga tidak efektif," papar Hartadi. Selain itu, lanjut dia, banyak peserta -terutama kelompok pemula- yang mestinya tidak layak tampil dipaksakan oleh klub. "Mereka mengabaikan persyaratan limit yang mestinya menjadi filter kualitas peserta dengan asumsi, toh kalau overlimit tinggal membayar denda. Padahal, itu sangat merugikan peserta lain yang lebih layak tampil," urainya.Berbeda dengan pendapat klub dan daerah yang menganggap Krapsi sebagai jambore masyarakat renang nasional, Hartadi mengungkapkan bahwa even tersebut bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Itu adalah arena puncak antarklub dan perenang terbaik nasional. Dengan begitu, peserta harus memiliki kualifikasi tinggi untuk bisa tampil di Krapsi. Sementara itu, harapan beberapa klub dan Pengcab PRSI Jatim untuk melobi PB PRSI melalui Pengprov PRSI Jatim menemui jalan buntu. Sebelumnya, Ketua Pengcab PRSI Surabaya Juniarno D. Purwanto mengusulkan agar limit waktu dan denda overlimit disamakan dengan tahun lalu, yakni masing-masing Rp 50 ribu. "Kami ini tidak keberatan dengan adanya peraturan, tapi alangkah baiknya kalau disosialisasikan lebih dahulu sejak beberapa bulan sebelumnya. Saya menyesal dan prihatin usul Jatim diabaikan," ungkap Ketua Harian Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya seperti ditirukan Purwanto. "Ini membuat kami semakin curiga bahwa PB memang sarat kepentingan," lanjut dia. Purwanto memaparkan, perubahan regulasi tersebut membuat perenang Jatim yang bisa ikut Krapsi hanya sedikit. Paling banyak sepuluh orang di setiap nomor. Sebab, klub besar dengan koleksi perenang andal seperti Hiu Surabaya saja tidak bisa menurunkan seluruh pasukannya. Lalu, bagaimana dengan klub-klub kecil yang ingin memiliki wadah kompetisi. Regulasi itu secara tidak langsung justru membunuh potensi atlet daerah.Seperti diungkapkan Ketua PR Hiu Nanik Suryaatmaja, klubnya tidak bisa lagi menurunkan kekuatan penuh. "Kalau biasanya kami bisa mengajak 60 orang, kali ini hanya bisa mengikutkan sekitar 30 orang. Yang lain tidak lolos limit," ucapnya.
Senin, 01 Desember 2008
Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah Jatim 2008, Lumajang.
KRAPDA kali ini diadakan di kota Lumajang, yang terkenal sebagai kota pisang.
Saat memasuki kota Lumajang, udara terasa sejuk, bunga-bunga dan pohon-pohon rapi berjajar di sepanjang jalan. Tak susah untuk menemukan lokasi lomba yang diadakan di Kolam Renang Veteran di jalan Veteran. Kolam renangnya pun bagus, dan bersih. Sejak jauh-jauh hari menjelang lomba, hotel-hotel di kota Lumajang, yang memang tidak terlalu banyak, sudah full booked. Club kami Bravo Delta, terpaksa terpecah di dua hotel, yaitu di hotel Lumajang dan di hotel Jelita. Aku sendiri bersama keluarga kebetulan mendapat tempat di hotel Gajah Mada di pusat kota, bersama dengan rombongan atlit dari club Marlin SC – Blitar.


Biarpun kota kecil, tapi perdagangannya terkesan hidup. Menurut informasi dari orang-orang di Lumajang, kebanyakan masyarakatnya hidup dari pertanian, juga banyak perusahaan penggergajian kayu, juga ada yang bekerja di pabrik gula. Saat sore menjelang malam, di pusat jajanan khas Lumajang, para penjual makanan sudah mulai menggelar dagangannya. Banyak yang berupa lesehan.
Saat pagi, kami juga pergi ke alun-alun kota yang merupakan salah satu tempat tujuan wisata. Tatanannya rapi, dan bersih, pantas lah dijadikan tempat kunjungan wisata bersama keluarga, Di sekitarnya juga banyak yang menjual makanan yang enak dan murah.


Menurut mereka, baru kali ini diadakan lomba renang dengan skala cukup besar di Lumajang. Antusias masyarakatnya cukup tinggi, bahkan anak-anak sekolahpun disarankan untuk menonton acara lomba.Salut buat panitianya yang cukup bagus mempersiapkan diri. Bahkan pengaturannya juga cukup baik terutama buat atlit-atlit kecil di KU V, dimana, yang pagi tidak terlalu pagi, sehingga anak-anak kecil ini cukup istirahat, yang sore pun, tidak terlalu sore, sehingga bisa istirahat lebih awal.Sayang club Hiu – Surabaya tidak ikut meramaikan KRAPDA 2008 kali ini.

Langganan:
Postingan (Atom)