Sekali lagi, ini cerita yang sudah sering terdengar, tp tetap aja terjadi.
Dan kali ini, menimpa anakku sendiri. Sebelumnya, saat mendengar atau
membaca cerita tentang kaki anak yang tercepit eskalator, tidak sekali
pun terlintas di pikiranku, kalo hal itu akan terjadi pada anakku.
Pertama, karena anakku sudah berumur hampir 7 tahun, dan sudah mengenal
eskalator sejak dari kecil, sudah biasa lari naik turun mainan di eskalator.
Ternyata semua itu bukan merupakan jaminan, bahwa kita tetap harus hati-hati
menjaga anak-anak kita.
Sekali lagi, ini cerita yang sudah sering terdengar, tp tetap aja terjadi.
Dan kali ini, menimpa anakku sendiri. Sebelumnya, saat mendengar atau
membaca cerita tentang kaki anak yang tercepit eskalator, tidak sekali
pun terlintas di pikiranku, kalo hal itu akan terjadi pada anakku.
Pertama, karena anakku sudah berumur hampir 7 tahun, dan sudah mengenal
eskalator sejak dari kecil, sudah biasa lari naik turun mainan di eskalator.
Ternyata semua itu bukan merupakan jaminan, bahwa kita tetap harus hati-hati
menjaga anak-anak kita.
Kejadiannya terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 Desember 2008. Aku dan
2 orang anakku pergi jalan-jalan di Delta (Plaza Surabaya). Disana,
sehabis mencari baju untuk anak-anakku di Matahari lantai 4, kami turun
ke lantai 3 melewati eskalator milik Matahari sendiri, yang berada di
dalam area mereka.Karena barang yang aku cari tidak ada, aku memutuskan
untuk naik lagi ke lantai 4, melewati eskalator yang sama. Saat itu
suasana lagi sepi, persis saat kami sudah tiba di lantai atas...tiba-tiba
saja anakku yang kedua yang sedang berjalan di sisiku dengan bergandengan
tangan berteriak ketakutan "mamiiiii...mamiiiii..."
Aku terkejut sekali, lebih shock lagi saat melihat ke bawah, sepatu yang
dipakainya sudah dalam posisi terjepit di gigi eskalator. Dengan panik
aku menarik-narik badan anakku...tetap tidak bergerak...:( Sementara para
pegawai dan pengunjung lainnya mulai menyerbu di sekeliling eskalator
mendengar teriakan anakku. Aku benar-benar panik karena tidak berhasil
menarik kaki anakku. Pikiran buruk sudah berputar-putar di kepalaku.
Aku rasanya hampir lumpuh ketakutan membayangkan jari-jari mungil anakku
putus atau remuk terjepit gerigi eskalator :'(
Untunglah, salah seorang pengunjung berteriak ke aku.."bu...lepaskan
sepatunya...lepaskan sepatunya"
aku segera tersadar...aku angkat badan anakku, dan aku tarik kuat-kuat
sehingga kakinya terlepas dari sepatunya....syukurlahhhh...Tuhan masih
melindungi anakku, kakinya tidak mengalami luka yang berarti...
ini benar-benar pelajaran yang berharga buat aku.
Sekali lagi, buat para orang tua...hati-hati jagalah anak-anak kalian
waktu naik eskalator.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar